Kilau lampu gantung kristal menyinari ruang makan privat yang hanya diisi segelintir orang terpilih. Meja panjang dengan taplak satin dan rangkaian bunga putih di tengahnya terlihat begitu mewah, namun suasananya jauh dari sekadar kemewahan. Ada ketegangan yang tak terucap di udara, meski semua senyum masih terjaga. Abimana menyentuh lembut punggung tangan Tiara, istrinya, lalu menoleh ke Matteo yang tengah berbincang ringan dengan Reina dan Arielle di sisi meja yang lain. “Apakah kita bisa membicarakannya malam ini juga?” tanya Abimana tenang, suaranya nyaris tak terdengar, namun cukup jelas di telinga Matteo yang duduk di seberangnya. Matteo menghentikan kalimatnya, menoleh, lalu mengangguk ringan. “Tidak masalah. Setelah makan malam ini selesai, saya akan mengatur waktu dan tempatny

