Meja makan panjang itu diterangi lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya hangat. Hidangan tersusun rapi di atas piring porselen putih berbingkai emas. Aroma daging panggang, sup hangat, dan buah segar memenuhi ruangan. Untuk pertama kalinya setelah kepergian Ellise, Leon duduk di kursi khususnya. Ia menatap sekeliling, seakan masih asing dengan suasana yang tenang itu. Di seberang meja, Alvaro sibuk membantu Arielle meletakkan serbet di pangkuannya. Pria itu bahkan memberi isyarat pada pelayan untuk mengupas buah terbaik dan menaruhnya di sisi piring Arielle. Setiap detail diperhatikannya, seolah tidak ada satu pun yang boleh luput dari perhatiannya. Leon menggeleng pelan. Tatapannya tak lepas dari setiap gerak Alvaro yang terlalu sibuk mengurusi Arielle. Seakan pria itu lupa kalau

