Kamar itu sepi saat Matteo masuk. Aroma lavender samar dari diffuser menguar di udara, menciptakan nuansa tenang. Reina sedang duduk bersila di atas tempat tidur, berkas-berkas contoh desain cincin, undangan, dan kain gaun tersebar di hadapannya. Matanya berbinar ketika melihat Matteo datang. "Akhirnya! Aku kira kau lupa kalau kita harus memilih cincin hari ini," ucap Reina sambil menunjuk ke layar ponselnya yang menampilkan gambar-gambar cincin berlian berbagai bentuk. Matteo melepaskan jas tipisnya, menggantungnya di balik pintu, lalu berjalan mendekat. Ia duduk di tepi tempat tidur, melirik ponsel Reina dan mengangguk pelan. "Yang itu terlihat bagus," katanya sambil menunjuk salah satu model sederhana dengan batu kecil. Reina melotot. "Bagus? Matteo, yang kau pilih itu model jadul ta

