⚠️ Tersedak Cinta Yang Disebut Kebencian ⚠️

1912 Kata

Mansion De Luca kembali diselimuti keheningan malam saat iring-iringan mereka tiba. Arielle yang masih tampak pucat langsung digiring Alvaro masuk, namun ia mempersilakan Leon menemani sang ibu ke kamar untuk beristirahat. Pemandangan itu membuat Alvaro tenang sejenak—Arielle ada di tempatnya, di rumah, dengan anak dan keluarganya. Begitu pintu kamar tertutup, Alvaro menoleh pada Matteo yang berdiri tegap menunggu perintah. Suaranya rendah namun tajam. “Matteo, mulai malam ini kau awasi Sehan. Aku lihat sendiri sorot matanya tadi. Dia cukup berani menantangku. Sepupu atau bukan, aku tidak akan membiarkan dia melangkah setapak pun lebih dekat pada istriku.” Matteo menunduk dalam, wajahnya tegas. “Saya mengerti, Tuan. Saya akan mengawasinya.” Hening sebentar, Matteo menatap Alvaro lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN