Langit begitu cerah di pagi itu, seolah-olah memahami bahwa hari ini adalah milik mereka. Reina berdiri di depan cermin besar di ruang persiapan pengantin wanita, menatap refleksi dirinya dengan gaun putih gading yang elegan. Detail renda halus membingkai tubuhnya dengan sempurna, menonjolkan kecantikan alaminya. Gaun itu sendiri tampak seperti mahkota yang menghiasi tubuhnya, membuatnya terlihat seperti seorang putri. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan degup jantung yang tak karuan. "Aku tidak gugup," gumamnya pelan. Mutia, yang sibuk memastikan veil-nya terpasang sempurna, tersenyum lembut. Senyum itu tampak sedikit mengerti, seolah-olah Mutia tahu bahwa Reina sedang mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mutia melirik Reina dengan tatapan yang tidak percaya. "Tidak gugup

