Siang itu, langit cerah dan angin berembus lembut dari sela-sela jendela mobil yang terbuka separuh. Reina duduk di kursi penumpang, mengenakan setelan kasual berwarna pastel yang tetap membuatnya terlihat seperti calon pengantin dari kalangan aristokrat. Ia memutar tubuhnya sedikit menghadap ke arah Matteo yang sedang menyetir. “Aku tidak percaya akhirnya kau bisa pulang cepat,” gumam Reina sambil tersenyum kecil. Matteo melirik sebentar tanpa melepas pegangan setir. “Kau mengatakannya seperti aku selalu tidak mau.” “Karena memang kau selalu saja sibuk,” balas Reina cepat, menyandarkan punggungnya sambil menyilangkan tangan. “Tapi hari ini kau menepati janji.” Matteo hanya mengangguk tenang. “Hari ini penting. Kalau aku tidak datang, aku pasti dicap calon suami yang tidak peduli.” “B

