Hari itu rumah terasa lebih tenang dari biasanya. Tak ada langkah pelayan berlalu-lalang, tak ada suara Reina memanggil, bahkan suara Leon yang biasanya paling nyaring pun lenyap. Arielle baru menyadari keheningan itu saat mengganti popok si kecil di ruang nursery. “Kau yang suruh semua orang pergi?” tanyanya sambil melirik ke belakang, menatap Alvaro yang bersandar di dinding dengan lengan menyilang dan pandangan lekat padanya. “Ya. Mereka butuh libur. Kau butuh ruang,” jawab Alvaro ringan. “Dan aku... hanya ingin satu hari penuh bersamamu.” Arielle tertawa kecil. “Kau terdengar seperti sedang merayu.” “Aku memang sedang merayumu sejak matahari terbit,” balas Alvaro sambil berjalan mendekat, membantunya menyusun ulang tumpukan tisu basah dan menyelipkan kain kecil ke sisi ranjang bayi

