Arielle masih memandangi buket bunga di tangannya saat suara langkah-langkah berhak tinggi mendekat cepat dari arah belakang. Suara itu terdengar nyaring, penuh percaya diri. Aroma parfum tajam menyapu udara, dan sebelum Alvaro sempat berkata apa pun, seorang wanita muda dengan gaun mencolok langsung menyentuh lengan bajunya. "Alvaro? Apa benar ini kamu? Tuhan... ini sungguh kamu." Wanita itu tertawa kecil, seolah mereka sedang dalam reuni nostalgia. Matanya bersinar, bibirnya menggoda, dan tangan kirinya masih melekat di lengan jas Alvaro. Alvaro menegang. Ia tidak segera menarik diri, bukan karena menikmati sentuhan itu, tapi karena terlalu terkejut melihat wajah yang sudah lama tak muncul di hidupnya. Namun, yang paling mengejutkan bukanlah kehadiran wanita itu. Tapi Arielle. Ariel

