⚠️Strategi Permintaan Maaf ⚠️

1307 Kata

Langit sore menjelang senja ketika suara deru mobil sport hitam memasuki pelataran mansion. Suasana halaman sunyi. Tak seperti biasanya, tidak ada satupun pelayan yang menyambut. Seolah seluruh rumah ini ikut bungkam, merasakan gejolak hati tuannya yang sedang berperang antara penyesalan dan amarah. Alvaro melangkah keluar dari mobilnya tanpa bicara. Jasnya terlipat di tangan kiri, dasinya telah terlepas sejak tadi. Kancing kemejanya terbuka satu, membiarkan angin sore menyentuh leher yang masih basah oleh keringat. Raut wajahnya keras. Sorot matanya tajam dan letih. Tapi langkahnya tetap tegap, menyimpan tekad yang tak bisa ditawar. Pintu utama terbuka. Mutia, pelayan setia yang tahu betul ritme rumah ini, buru-buru menghampiri. Ia hendak menyambut seperti biasa, namun tatapan Alvaro ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN