Arsya Kepo

1933 Kata

Mobil Arman melambat ketika mereka memasuki jalanan rumah Tanti. Sore sudah hampir habis. Dua jam lebih nongkrong di kafe terasa cepat lewat, obrolan yang awalnya ringan berubah jadi panjang, lalu berujung ke cerita - cerita yang bikin kepala Arman penuh sampai sekarang. Begitu mobil berhenti tepat di depan pagar rumah Tanti, suasana mendadak jadi canggung tipis, tapi tidak sampai mengganggu. Tanti merapikan tasnya, matanya melirik jam di ponsel sebentar, lalu menoleh ke Arman. "Nggak mampir dulu bang?" tanyanya. Arman terkekeh kecil, tangannya masih di setir. "Nggak usah terlalu banyak basa - basi, kalau betulan aku mau mampir, nanti kamu panik. Ini sudah hampir jam lima soalnya." Tanti langsung tertawa. Arman memang tahu kalau dia ada keperluan, makanya jam lima harus pulang, ini ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN