Sejak datang hingga jam pelajaran kedua selesai, Dede dan Tanti memang hampir tidak sempat membicarakan apa - apa. Bukan karena mereka bertengkar atau sengaja saling diam, tapi karena pagi itu kepala mereka sudah penuh oleh pelajaran matematika lanjut. Soal - soal latihan dibagikan bertubi - tubi, papan tulis nyaris tak pernah kosong, dan guru mereka terlihat semakin bersemangat justru ketika wajah murid - muridnya mulai kusut. Begitu bel istirahat pertama berbunyi, Dede langsung menutup bukunya dengan napas panjang. "Akhirnya istirahat juga," gumamnya. Tanti menepuk meja pelan. "Kalau masih lanjut lima menit lagi, keknya aku bisa pingsan di tempat." "Nggak berlebihan itu?" tanya Dede. "Memang sengaja aku bikin berlebihan biar kau cepat sikit geraknya ... ayolah ke kantin, udah lapar

