Arsya Emosi

1880 Kata

Mesin mobil Arsya dinyalakan tanpa banyak suara, pintu ditutup satu per satu. Arsya duduk di balik kemudi, wajahnya tegang, rahangnya mengeras sejak tadi. Sandra duduk di kursi depan, sementara Yeni di belakang, dia menyandarkan kepala ke sandaran kursi, matanya sibuk menatap layar ponsel, pura - pura tidak memperhatikan apa pun, Yeni merasa berada di tempat yang salah sekarang. Mobil Arsya melaju keluar dari halaman rumah Dede perlahan. Sepanjang beberapa ratus meter pertama, tidak ada yang berbicara. Bahkan Arsya tidak menyalakan musik. Udara di dalam mobil terasa berat. AC menyala, tapi tidak cukup mendinginkan suasana. Arsya memutar setir ke arah jalan utama. Lampu sore mulai menyala satu per satu di pinggir jalan. Langit Medan sudah mulai berubah warna, tidak lagi terik, tapi bel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN