Arsya Menghilang

2220 Kata

Pagi itu Arsya datang ke sekolah dengan perasaan yang belum sepenuhnya rapi. Semalam ia tidur tidak nyenyak, kepalanya masih penuh sisa pertengkaran, nada suara Sandra yang kecewa, dan wajah Dede yang memar. Ia berjalan menyusuri koridor kelas seperti biasa, tas diselempangkan di satu bahu, langkahnya santai tapi pikirannya tidak. Matanya otomatis mencari satu sosok begitu masuk kelas. Kursi Dede kosong. Arsya berhenti sejenak di ambang pintu, menoleh kanan kiri, memastikan ia tidak salah lihat. Tas Dede tidak ada di kolong meja. Kursinya didorong masuk rapi, seperti tidak disentuh sejak kemarin sore. Arsya menghampiri Tanti. "Belum datang dia?" tanya Arsya ke Tanti yang sedang mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Tanti mengangkat kepala. "Siapa?" tanya Tanti pura - pura tidak menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN