Arman tiba di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur tepat pukul delapan malam waktu setempat. Setelah keluar dari area kedatangan dengan ransel hitam yang hanya berisi beberapa potong pakaian, matanya langsung menangkap sosok yang sudah ia tunggu sejak pagi. Tanti berdiri tidak jauh dari pintu otomatis, bersandar santai sambil memegang ponsel. Ia mengenakan jaket tipis dan celana panjang hitam, wajahnya terlihat lelah tapi matanya berbinar saat melihat Arman berjalan mendekat. Pertemuan mereka sederhana. Ada pelukan sebentar yang wajar tanpa gestur berlebihan. Arman meraih tangan Tanti untuk memastikan bahwa mereka akhirnya benar - benar bertemu. "Jam berapa kamu sampai di sini?" tanya Arman, mereka sambil jalan keluar dari terminal kedatangan. "Udah sekitar satu jam yang lalu," jawa

