Aksi Tanti

2103 Kata

"Mau tanya apa?" tanya Tanti di ujung telepon. Arsya tidak langsung menjawab. Ia terdiam beberapa detik, menatap kosong ke arah langit - langit apartemannya. Nafasnya terasa lebih berat dari biasanya, seolah pertanyaan yang hendak ia ucapkan terlalu besar untuk keluar begitu saja. "Kalau aku suka sama Dede, salah nggak ya?" Di seberang sana, Tanti refleks menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangan. Matanya membesar, jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Untung saja ini bukan panggilan video. Arsya tidak bisa melihat ekspresi kaget yang nyaris membuat Tanti bersuara terlalu keras. Keheningan tercipta beberapa detik, cukup lama untuk membuat Arsya mulai gelisah. "Tan ..." panggil Arsya pelan, memastikan bahwa Tanti masih ada di ujung saluran telepon. "Hmm..." Tanti berde

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN