Bukan Tanti namanya kalau tidak penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Julukan “kepo” yang sering disematkan Dede padanya memang tidak pernah meleset. Dalam banyak situasi, sifat itu menyebalkan. Tapi kali ini, justru terasa seperti berkah kecil. Tanpa diminta, tanpa perlu kode apa pun, Tanti langsung bergerak begitu ia merasa ada yang tidak beres sejak di kantin tadi. Ia tahu, tatapan Sandra ke arah Dede bukan tatapan biasa. Bukan sekadar tidak suka, bukan pula sekadar jutek. Ada sesuatu yang lebih dalam, emosi yang ditahan, kecemburuan yang belum selesai, dan kemarahan yang tidak sempat diluapkan di tempat yang tepat. Saat bel istirahat kedua berbunyi, Dede dan Tanti memilih bertahan di dalam ruangan. Tidak ada yang benar - benar ingin keluar. Suasananya masih canggung sejak kejadia

