45. Pelukan yang Bukan Milikku

1050 Kata

Gerald menghentikan langkahnya tepat di depan Lila. Tidak ada raut bersalah di wajahnya. Tidak juga penjelasan panjang yang berbelit. “Lila,” panggilnya datar. Lila mendongak. Ia masih berusaha tersenyum, meski dadanya terasa sesak. “Ada apa, Pak Gerald?” Gerald mengeluarkan dua lembar tiket dari saku jasnya. “Tiketmu perlu ditukar.” Alis Lila berkerut. “Ditukar? Maksudnya?” “Aku baru dapat kursi tambahan,” jawab Gerald singkat. “Aku ingin duduk bersebelahan dengan Ririn.” Kalimat itu jatuh seperti palu. Lila menatap tiket di tangan Gerald, lalu beralih ke Ririn yang berdiri di samping pria itu. Ririn terdiam, namun wajahnya tidak menunjukkan keterkejutan, apalagi penolakan. “Aku sudah pesan kursi lain untukmu,” lanjut Gerald tanpa ragu. “Masih satu pesawat, hanya beda baris.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN