46. Penyesalan Tak Pernah Mengulang (END)

1195 Kata

Pesawat mendarat beberapa jam kemudian. Ririn terbangun ketika Gerald menepuk pelan pundaknya. “Kita sudah sampai,” ucapnya lembut. Ririn mengangkat wajahnya, sedikit canggung karena menyadari posisinya. Namun Gerald hanya tersenyum, tidak melepaskannya dengan terburu-buru. “Apa aku merepotkan?” tanya Ririn lirih. “Tidak,” jawab Gerald mantap. “Justru sebaliknya.” Kalimat itu cukup. Ririn tersenyum kecil, dan untuk pertama kalinya, ia tidak menahan perasaannya sendiri. Mereka turun dari pesawat bersama. Lila berjalan di belakang, menjaga jarak. Matanya terus mengamati, berharap menemukan celah, satu saja, tapi tidak ada. Gerald tidak lagi menoleh padanya seperti dulu. Fokusnya hanya satu. Di area pengambilan bagasi, Gerald akhirnya menghentikan langkah dan menoleh ke arah Lila. Tata

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN