13. Move On

1194 Kata

Aldo berbalik dan melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Langkahnya cepat, tegas, seolah ruangan itu, beserta semua kebusukan di dalamnya, tidak layak lagi ia pandang walau sedetik. Pintu terbuka, lalu tertutup kembali dengan suara yang cukup keras untuk menyisakan gema panjang di lorong. Gerald menyandarkan tubuhnya ke kursi, matanya menyipit. Tanpa berkata apa-apa, ia mengibaskan tangan dengan malas, sebuah isyarat dingin agar Lila keluar dari ruangannya. Isyarat itu seperti cambukan. Lila tersentak, lalu bergegas menyusul Aldo. Di lorong, ia berhasil menahan bahu pria itu sebelum Aldo benar-benar pergi. “Harusnya kau bilang tujuanmu ke sini!” desis Lila tertahan. “Kau lihat akibatnya? Kau hanya mempermalukan dirimu sendiri dan istrimu, Ririn. Bukankah sudah aku bilang, transaksi itu s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN