33. Fitnah yang Mengawali Perang

1167 Kata

Begitu pintu ruang Gerald tertutup di belakangnya, Lila tidak lagi mampu menahan amarahnya. Langkahnya cepat, napasnya memburu, jemarinya gemetar saat meraih ponsel. Tanpa pikir panjang, ia langsung menekan nama Aldo. Sambungan terangkat dengan suara dingin di seberang sana. “Ada apa lagi?” tanya Aldo singkat, nyaris tanpa emosi. Lila tidak peduli. Amarah sudah menguasai kepalanya. “Lihat istri murahanmu itu! Dia datang ke perusahaan hanya untuk menggoda Gerald!” sembur Lila penuh kebencian. Namun, alih-alih marah, Aldo justru tertawa terkekeh. Tawa pahit, seperti orang yang sudah kehilangan segalanya. “Dia sudah bukan istriku lagi,” jawab Aldo tenang. “Sebentar lagi dia akan menikah dengan Gerald. Kau bersiaplah saja. Ririn akan jadi nyonyamu… istri bosmu.” "Bukankah hari itu kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN