Bab 56. Aku Sudah Membunuhnya!

1089 Kata

Kanaya membuang rasa malunya, ia harus ingat kalau saat ini Dewa sedang membutuhkan pertolongan. Dengan segera ia membuka pakaian bagian atasnya lalu membuka pakaian Dewa. Udara malam itu sangat dingin sekali membuat buku kuduk meremang. Kanaya perlahan-lahan mendekatkan tubuhnya pada Dewa lalu memeluk pria itu untuk berbagi kebahagiaan. Saat kulitnya menyentuh kulit Dewa ia merasa sangat aneh dan geli, tapi ia berusaha fokus untuk menghangatkan Dewa. "Cepat sembuh, perjalanan kita masih panjang," ucap Kanaya mencium kening Dewa lalu membenamkan wajahnya di dad4 pria tersebut. Kanaya terus memeluk Dewa dengan erat, lama-kelamaan matanya mulai berat. Ia pun memejamkan matanya dan ikut tertidur dengan suaminya itu. *** Sinar matahari tampak membias seluruh ruangan sehingga tampak sanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN