Nama boss itu terus memanggil berkali-kali diponsel para penyerang itu. Dewa ingin mengangkatnya, akan tetapi terdengar suara derap langkah kaki yang cukup banyak dari arah kanannya. Ia langsung waspada dengan menarik lengan Kanaya, menyembunyikan wanita itu untuk melindunginya. Dewa sudah sangat cemas dan khawatir, tapi nyatanya yang muncul adalah beberapa anggota polisi, namun ia tetap sangat waspada. "Tuan Dewangga?" Salah satu dari mereka bertanya. "Siapa kalian?" tanya Dewa menatap penuh selidik. "Kami dari polres utusan langsung dari Taun Bastian, kami diperintahkan untuk menyelamatkan Anda, Tuan." Polisi itu menjelaskan dengan lugas. "Papaku? Apa buktinya?" Dewa tidak langsung percaya, ia masih menyembunyikan Kanaya dibelakang punggungnya. "Kami akan menghubungi beliau agar An

