Bonus Chapter-Spesial Felora 3

2051 Kata

“Aku kira, kamu akan tidur sama Felora,” ujar Kikan saat Halim akhirnya memasuki kamar. Hidup bersama sekitar hampir sebelas tahun, jelas membuat Kikan sudah hafal ekspresi suaminya walau sedang dalam ketenangan seperti sekarang. Halim sedang memikirkan sesuatu yang berat. Begitulah sekiranya yang Kikan pikirkan. “Si kembar dan Keenan sudah tidur?” tanyanya. “Sudah, kamu tidak memastikan ke kamar mereka?” tanya balik Kikan. Terkadang, Halim terlihat sangat lebih menyayangi Felora di banding adik-adiknya. Meski memang Halim sudah berusaha bersikap adil. Kikan pun merasa bahkan Halim lebih menyayangi Felora, dibanding kedekatannya dengan sang putri. Bisa menerima Felora, menyayanginya hingga sekarang seperti yang Halim lakukan jelas hal paling menakjubkan yang Kikan syukuri. “Aku men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN