Kabar Bahagia

1615 Kata

Sesuatu yang telah sengaja ditunda, bahkan ia pikir belum siap ketika semesta telah menetapkan waktunya tak akan terhindar. Cepat atau lambat, waktu itu datang juga. Sang Kuasa pasti tidak mau Kikan menyimpan keadaan ia terlalu lama dari Halim. Menyembunyikan kehamilan ini dari Halim. “Kikan, apa yang Felora ucapkan?” Halim menuntut penjelasan. Ia memanfaatkan keadaan tersebut agar Kikan tidak lagi menghindarinya. Felora membukakan jalan untuk Halim segera tahu keberadaan anaknya yang mulai tumbuh di rahim Kikan. Halim sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia memang tidak berhak marah begitu mengetahui Kikan masih merahasiakan sesuatu yang berharga, miliknya. Ia tahu jika Kikan melakukan semua itu pun karena perbuatannya. Bisa menemukan Kikan dan Felora lagi saja, walau awalnya sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN