Pamannya ingin mengajak bicara, berdua, sesuatu yang jarang terjadi. Makanya Sagara agak terkejut pun penasaran yang akan dibicarakan Halim. “Bicara di mana, Uncle?” tanya Sagara yang mengikuti langkah Halim setelah pergi dari ruang rawat Felora. “Di kantin, sekalian Uncle butuh yang segar.” Katanya. Sagara mengangguk, setuju. “Pesan, kamu mau apa?” sesaat mereka duduk di kursi yang ada di Kantin. Keadaan sepi, hanya ada satu-dua pengunjung. “Uncle mau pesan apa?” malah bertanya balik. “Jus melon,” Sagara berpikir, “Chocolate milkshake saja, Uncle.” Halim mengernyit dengar pilihan Sagara, mengingatkannya pada sang putri. “Kesukaan Felora juga,” “Iya, aku jadi tertular suka. Sering mencicip punya Felora.” Jawab Sagara jujur. Halim jadi membayangkan ‘mencicip’ yang Sagara m

