Izin pulang diberikan, Felora senang setiap kali akhirnya bisa pulang ke rumah setelah harus menginap lama di rumah sakit karena drop. “Makasih, suster.” Ujar Kikan pada suster yang baru melepaskan jarum infus dari Felora. “Sehat-sehat ya Ka Felo.” Pesan susternya yang terbilang kenal, akrab. Saking seringnya Felora bolak-balik Rumah sakit termasuk dikenal sebagai putri dari dokter Halim. “Amin, Suster.” Felora mengaminkan. Menarik tangan untuk melihat plester di punggung tangannya. Tubuhnya seperti sudah familiar dengan jarum-jarum tersebut. Suster masih merapikan kain kasa, “oh iya, dapat salam dari Anisa.” Kikan dan Felora sama-sama mengernyit dengar nama itu, sampai suster menjelaskan, “pasien kamar Jasmine.” “Oh, iya aku ingat!” Decak Felora, mengingat seorang pasien yang

