61

1759 Kata

Aula utama hotel telah berubah menjadi samudera kemewahan. Ratusan lampu kristal menggantung di plafon, membiaskan cahaya keemasan pada dekorasi bunga melati dan mawar putih yang memenuhi setiap sudut. Wangi dupa tradisional Jawa yang luhur menguar, memberikan kesan sakral yang menipu. Di deretan depan, puluhan kamera media nasional sudah terpasang rapi, menyorot tajam ke arah pelaminan kayu jati yang diukir sangat halus. Praditya melangkah masuk dengan wibawa yang sangat tertata apik. Setiap pasang mata tertuju padanya, mengagumi ketampanan sang pewaris Ararya dalam balutan beskap hitam. Namun, bagi mereka yang mengenalnya, ada sesuatu yang berbeda di mata Praditya—bukan binar bahagia seorang pengantin, melainkan tatapan tajam seorang algojo yang siap menjatuhkan vonis. Di sudut ruangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN