“Kalau cuma sekedar telpon, saya rasa tidak berarti banyak, Tuan.” Jordan menjawab santai. ”Enak aja kamu bilang. Cuma sekedar telpon. Kamu pikir lumrah kalau wanita yang sudah menikah telponan sama mantanya. Apalagi malam-malam!” Raksa mulai mendengkus, dan ini tanda bahaya bagi Jordan. ”Ohh, bisa jadi misalnya si mantan telpon, mungkin hanya sekedar iseng tanya kabar. Atau ada hal urgent lainnya, Tuan.” Jordan berusaha membela sang istri majikan. Karena jika sampai mood tuannya jelek kali ini.bisa-bisa rapat di batalkan secara dadakan, dan ini bisa membuat kerugian besar. ”Urgent apa-an. Mana bisa urgent-urgent gitu. Salah sendiri dia udah sama cewek lain waktu itu.” Karena jawaban tuannya masih melemah, dan belum menampakkan adanya peningkatan amarah. Jordan segera mengambil alih s

