Panca terlihat sangat terpukul dengan masalah ini, ia tidak bisa menerima kalau ia bukan anak kandung Khadija dan kenapa ibu kandungnya tega menukarnya dengan anak orang lain. Sungguh masalah ini sangat tidak masuk akal, ia merasa sangat-sangat sedih dan ia merasa prustasi. Biasanya jika prustasi seperti ini ia akan meminum alkohol, lalu akan meniduri salah-satu perempuan yang rela naik keatas ranjangnya. Namun kali ini ia tidak melakukan hal itu karena besok masalah ini pun tidak akan terselesaikan, jika benar ia adalah anak perempuan yang mengaku sebagai ibu kandungnya itu, harusnya perempuan itu tutup mulut hingga ajal menjemputnya. "Aku tidak bisa menyerah begitu saja, tanpa nama Wasesa aku tidak memiliki apa-apa," ucapnya dan ia terlihat sangat prustasi saat ini. Ia mengambil pons

