Saat ini Jati diminta oleh Kakeknya untuk tinggal bersama mereka dan sebenarnya ia ingin menolaknya, karena jujur saja semua ini masih sangat mengejutkan baginya. Jati menatap kamar mewah yang saat ini ia tempati dan semuanya terasa seperti mimpi. Selama ini ia hidup selalu berhemat karena ia ingin memiliki rumah sendiri hasil dari keringatnya dan ia sudah berhasil menabung sekitar dua ratus lima puluh juta dari hasil keringatnya. Ia juga membantu perekonomian keluarganya setelah Masri berada didalam penjara. Ketukkan pintu membuat Jati segera duduk dan ia melangkahkan kakinya membuka pintu kamar ini. Terlihat sosok Khadija yang matanya masih terlihat membengkak dan Jati membuka pintu kamar ini dengan lebar agar Khadija bisa segera masuk kedalam kamar ini. "Nak...Kamu nyaman dengan kam

