Khadija menatap wajah putranya dan ia mengelus pipi Jati. Harusnya anaknya bisa hidup mewah bersamanya bahkan menempuh pendidikan yang tinggi dan bahkan bisa menggapai cita-citanya dengan mudah tapi apa daya karena kejahatan mereka ia harus terpisah dengan anak kandungnya. Anak yang dulu sangat ia tunggu kelahirannya dan berharap akan menerima banyak cinta darinya. "Apa yang kamu alami selama ini Nak, Mami mau tahu semuanya!" Ucap Khadija dengan air matanya yang menetes. "Alhamdulilah saya tubuh dengan baik dan saya bisa menjalani semuanya hingga sekarang sebesar ini!" Ucap Jati yang memang tidak ingin menceritakan banyak hal tentang dirinya. Jika Jati berniat menceritakan bagaimana ia hidup berjuang seorang diri tanpa kasih sayang siapapun bahkan pernah hidup dipanti ketika kecil hing

