Ayu sedang duduk santai di depan televisi saat putra sulungnya kembali bersama ayahnya. Azka duduk di samping ibunya dan memeluknya dengan wajah berbinar. “Hei, kenapa tiba-tiba manis bener,” komentar Ayu. “Aku diterima, Mama. Makasih ya sudah doain Azka terus,” ucapnya bahagia. “Alhamdulillah. Beneran? Kedokteran kan?” “Iya. Kan kata Mama daftarnya kedokteran aja.” Ayu menatap Elang yang juga sedang menatapnya dengan wajah berbinar. Melihat suaminya mengangguk, dia langsung memeluk putra sulungnya dengan haru. Elang duduk di sofa single menyaksikan ibu dan anak itu saling meluapkan kegembiraan penuh rasa haru. Ia teringat ayah dan ibunya dulu yang juga begitu gembira saat ia berhasil diterima di fakultas kedokteran. Seperti inikah perasaan kedua orang tuanya dulu? “Selamat ya, Saya

