Bab 194: Pengumuman

1363 Kata

Pagi hari setelah sarapan, Azka dan ayahnya akhirnya pulang menggunakan shuttle, karena mereka tidak mendapatkan tiket kereta pagi. Meski harus menghabiskan waktu lebih lama di perjalanan, tapi itu lebih baik dibandingkan menunggu sampai sore. Azka sudah tak memiliki kepentingan di Surabaya. Tekadnya sudah bulat, ia akan berada di sisi ibunya saja. Hanya ibunya yang cinta dan pengorbanannya melebihi apapun di dunia ini. Ibunya yang selalu ada untuknya dan menyiapkan semua keperluannya sejak ia kecil, meski harus tetap bekerja. “Pa, apa Azka harus bilang adik-adik?” “Soal apa?” “Yang Azka lihat di Surabaya.” “Kamu tahu kenapa Mama gak pernah bilang yang sebenarnya sama kalian?” Azka menggeleng. “Kenapa memangnya?” “Mama ingin kalian tetap menghormati Papa kandung kalian, dan mencinta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN