Bab 193: Kebenaran yang Terungkap

1253 Kata

Wulan muncul dengan membawa tiga cangkir teh. Dia menunduk, tanpa berani menunjukkan wajahnya, sementara Azka menatapnya tajam penuh kebencian. “Azka, Papa bisa jelaskan. Semua gak seburuk yang kamu pikirkan,” ucap Ali. “Oh iya? Memang Papa tahu Azka mikir apa selama ini?” potong Azka dengan nada tinggi. “Azka,” Elang memegang lengan Azka memberi peringatan. “Beliau Papamu. Dan beliau berhak diberi kesempatan untuk menjelaskan,” ucap Elang tegas. “Bertahun-tahun Azka bertanya, apa yang membuat Mama pernah nekat hendak mengakhiri hidupnya.” “Azka, apa maksudmu?” wajah Ali pucat pasi mendengar informasi dari anaknya. “Iya. Mama melukai dirinya tanpa sadar dan membuat kami hampir kehilangan seorang ibu jika saja tak ada Dokter Elang yang menolong Mama. Mama salah apa sama Papa? Kenapa P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN