Bab 43: Pamit

1325 Kata

Ayu duduk bersila atas kasur di kamarnya dengan ibunya duduk di sisi kasur menghadapnya. “Mama, apa Ayu salah?” Perempuan itu menggeleng pelan. Diraihnya jemari putrinya dan digenggamnya erat. “Nduk, kadang, hidup itu bukan tentang benar atau salah.” “Dulu, sebelum pilih LDM begini, Ayu udah pernah tanyakan pada Ali, apa dia sanggup nahan diri dan gak tergoda perempuan.” Ayu menarik napas panjang. Dia bukan tak mengenal suaminya. Ali meski terlihat diam dan bukanlah tipe laki-laki hidung belang, tapi kebutuhan biologisnya cukuplah besar. “Ayu gak mau ada perempuan lain, Ma. Baik sah maupun tidak. Ayu tidak mau berbagi.” “Tidak apa. Tak ada perempuan yang secara sadar benar-benar mau berbagi. Sulit, Nduk.” “Jika Ayu memilih menyerah, apa Ayu salah?” Bu Halimah menarik napas dalam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN