Bab 44: Back to Borneo

1221 Kata

Ali turun dari mobil yang mengantarkannya dengan hati berat. Tak ada Ayu yang mengantarnya seperti sebelum-sebelumnya. Biasanya, ada istrinya yang membesarkan hatinya ketika akan berangkat. Menyemangatinya dan melepasnya dengan binar cinta. Kini, perempuan itu memilih membiarkannya sendiri. Ada yang tertinggal yang Ali rasakan. Seakan dirinya tak utuh lagi. Hanya raganya kini yang berjalan menembus kerumunan bandara. Andai tak terikat kontrak, mungkin Ali akan memilih tak berangkat. Tapi ia terikat kontrak dengan nilai penalti yang tak sedikit. “Mas,” seorang perempuan menyambutnya dengan wajah cemas. Wulan sudah menunggunya sejak tadi dengan cemas. Khawatir suaminya itu pergi dan tak kembali lagi. Sejak semalam ia menghubungi Ali tapi tak pernah berhasil. Hingga ia memutuskan tetap ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN