Tegar merebahkan diri di sofa sejak tadi. Wajahnya begitu kuyu serupa tanaman yang layu lama tak mendapatkan air. Dia seakan sudah tak memiliki energi sekedar untuk duduk tegak seperti kakak-kakaknya. Naufal dan Rayhan terlihat asyik bermain PS, sementara Azka sedang sibuk dengan latihan-latihan soal dan laptopnya. Ayu sendiri ada di dapur bersama asisten rumah tangganya. “Assalamualaikum. Kenapa ini?” Elang masuk dan berdiri di balik punggung sofa yang ditempati Tegar. Azka bangkit menjawab salam dan mencium tangan ayahnya. Begitu pula dengan Naufal dan Rayhan. “Papa, aku lemes banget,” lapor Tegar merajuk. Dia hanya mengulurkan tangan meminta tangan ayahnya tanpa bangkit dari sofa. “Makanya sahur yang bener, jadinya kuat sampai maghrib,” kata Rayhan. Elang mengecek jam di dinding.

