Azka pulang ke rumah saat lampu-lampu sudah dipadamkan. Setelah dari klinik, ia langsung ke rumah sakit karena mendapatkan shift siang. Badannya terasa pegal, tapi begitulah hari-harinya. Dia tetap merasa beruntung karena mendapatkan kesempatan magang di dekat rumah. “Baru sampai?” sapa ibunya yang keluar dari kamar dengan menggunakan daster. “Mama belum tidur?” Azka mencuci tangannya di wastafel sebelum mencium tangan ibunya. “Mamamu mana bisa tidur kalau ada salah satu dari kalian yang masih di luar rumah,” ayahnya menyusul keluar. “Azka sudah makan?” “Sudah, Ma, tadi sore.” “Mau Mama bikinkan sesuatu?” “Kopi boleh, Ma?” “Sudah malam, Azka.” “Azka perlu ngobrol bentar sama Mama Papa.” “Mama buatkan jahe rempah saja ya.” “Boleh deh. Azka mandi bentar.” Azka masuk ke kamarnya

