Bab 168: Istri Dokter Elang

1073 Kata

Elang sedang bergegas pulang saat seseorang bersnelli dokter menjajari langkahnya. Dia melirik, kemudian mengernyit. Perempuan dengan wajah di atas rata-rata dan postur tinggi langsing tersenyum ramah padanya. Elang bisa melihat ia hanya mengenakan flat shoes, tapi tingginya hampir menyamai Elang. “Dokter Elang sudah tidak ada jadwal apapun kan? Boleh minta waktunya sebentar?” “Tidak.” “Gimana kalau di coffee shop depan, Dok? Saya perlu diskusi beberapa hal tentang pekerjaan dengan dokter Elang.” “Maksud saya tidak adalah untuk pertanyaan kedua,” tegas Elang memberi tekanan pada kata tidak. Dokter perempuan cantik itu terdiam kikuk. Tapi ia tersenyum kembali dengan cepat. “Kalau lain kali?” “Hai Sayang, sorry ya, dari tadi?” Elang melangkah lebar menyongsong perempuan yang sedang dud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN