Bab 167: Saingan Berat

1015 Kata

“Jangan ngambek dong,” Elang memeluk Ayu dari belakang. “Sainganku berat-berat bener ya,” ucap Ayu ngenes. Elang terkekeh. Dikecupnya leher istrinya dengan gemas. “Kalau aku dongengin siapa aja entar takutnya tambah ngambek.” “Banyak banget ya pasti.” “Kata orang tapi ya.” “Udah ah, aku gak mau denger.” Elang tertawa. “Tapi kan tetap kamu juaranya, Yang.” “Gombal.” “Istriku kalau lagi cemburu ngegemesin. Tapi juga bikin takut,” Elang memeluk semakin erat. “Mas, sesak ih. Sanaan lagi.” “Jangan marah lagi ya. Duniaku kayak jungkir balik kalau kamu marah gitu.” “Apaan sih, lebay.” Elang tertawa nyaring. “Aku kadang bingung. Kamu yang lama-lama kayak Rayhan bahasanya, atau memang Rayhan meniru kamu sih sebenarnya, Yang.” “Mas Elang yang lama-lama nyebelin omongannya kayak Rayhan,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN