Bab 109: Calon Mantu

1171 Kata

Ayu bangkit keluar dan mengetuk pintu kamar orang tuanya. Ayahnya yang membukakan mengernyit heran melihat putrinya langsung masuk dan naik ke atas kasur di sisi ibunya. “Ma,” panggilnya. “Ada yang kamu pikirin?” Pak Rohmat duduk di kursi memperhatikan anak dan istrinya. “Ayu dikasih seragam.” “Seragam apa?” “Buat nikahan Reta.” “Kamu mau jadi pagar ayu lagi?” “Bukan.” “Lah terus? Kok dikasih seragam? Among tamu?” Ayu menggeleng. “Seragam keluarga.” “Seragam keluarga gimana? Siapa yang ngasih?” “Dokter Elang tadi.” Kedua orang tua itu saling bertatap seolah berbicara melalui kata. Pak Rohmat mengangguk memberi tanda pada istrinya. “Tapi kamu siap kan, Nduk?” “Siap apa?” “Membuka diri. Berkeluarga lagi. Lanjutin lagi semua cita-citamu yang tertunda. Sudah berapa lama sejak k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN