Bab 108: Titipan dari Mama

1270 Kata

“Alhamdulillah. Nikmat.” Ayu tertawa kecil melihat tingkah anaknya. Semua makanan itu ludes tak bersisa. “Kenyang?” “Alhamdulillah. Untung porsinya gak gede-gede amat ya, Ma, jadi habis semua,” kata Azka. “Tegar kenyang?” tanya Ayu pada Tegar. Tegar mengangguk. “Kok kita gak tahu tempat ini dari dulu ya, Kak?” ucap Rayhan pada Azka. “Nanti kapan-kapan Om ajak ke tempat lain lagi. Kita cobain semua kuliner yang hits.” Keempat bocah itu jelas bersorak girang. Tapi lain halnya dengan ibu mereka. Ada kekhawatiran tersendiri di hati Ayu. Dan Elang bukan tak tahu hal itu. “Azka, penutupan dan pemberian medalinya mungkin setelah jam empat, Azka mau nunggu?” tanya Elang. Azka terdiam sejenak kemudian menggeleng. “Aku kan ada salah tadi, Om.” Elang mengangguk tenang. Sementara Ayu menata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN