Untuk kali pertama dalam hidupnya, Elang akan mengambil rapor. Bukan hanya satu. Tapi empat rapor sekaligus. Beruntung tiga dari mereka sekolah di sekolah yang sama. Ia begitu gembira. Begitu pula dengan anak-anak mereka. Untuk pertama kalinya, tak hanya Mamanya saja yang datang untuk mengambil rapor. Tapi ada Papanya yang ikut serta, meski bukan ayah kandung mereka. Ayu akhirnya memilih mengambil cuti agar suaminya tak perlu bolak-balik mengantarkannya. Sementara Elang memang tak memiliki jadwal di poli jika hari Sabtu. Banyak mata memandang mereka, begitu Elang memarkir kendaraannya di depan sekolah Tegar. Mereka sepakat mengambil rapor Tegar terlebih dahulu, baru kemudian ke sekolah kakak-kakaknya. Kehadiran Elang dan Ayu terasa lebih mencolok dibandingkan para orang tua lainnya.

