Sudah sepekan lebih, Ayu mempersiapkan rumah yang akan mereka tinggali lagi. Setiap hari, setelah jam prakteknya berakhir, ia akan ke rumah mereka bersama Elang untuk menata ulang semuanya perlahan. Ayu, masih kerap mempertanyakan dalam hati mengapa Elang justru memilih rumah lama Ayu untuk mereka tinggali bersama. Padahal Elang mampu membeli rumah baru. Bagaimana pun, di sana ada kenangan lama Ayu dengan mantan suaminya. “Mau lihat-lihat furniture enggak besok kalau libur?” tanya Elang. “Nanti aja deh, Mas, pelan-pelan. Mbak Tari masih boleh ikut kita kan?” “Cukup sama Mbak Tari aja?” “Cukup insya Allah. Paling beberes rumah sama cucian aja. Antar jemput sekolah kita bisa gantian kan?” Elang mengangguk. “Sama aku aja berangkat sekolahnya. Jemputnya kita gantian siapa yang bisa.” “M

