Beberapa waktu belakangan, Ali merasakan ada yang tak nyaman dengan tubuhnya. Napasnya terasa lebih berat dari biasanya. Dan ia pun menjadi lebih mudah lelah. Padahal ia tak pernah lagi mengambil over time. Fisiknya terasa lebih lemah kini. “Abi sakit?” tanya Adeeva yang melihat ayahnya sedikit lesu. “Tidak apa-apa. Mungkin kecapekan saja. Abi ke kamar dulu.” “Mau Diva pijat?” “Gak usah. Buatkan Abi teh panas saja ya, tolong.” “Iya.” Ali masuk ke kamarnya. Ia sebenarnya jarang tidur di kamar itu. Seringnya Wulan dan Haidar yang menggunakannya. Ali memilih tidur di ruang depan dengan menggunakan kasur lantai. Rumah mereka hanya memiliki dua kamar. Dan satu kamar digunakan Adeeva karena ia tumbuh semakin dewasa. Sementara Haidar tetap dengan ibunya karena kondisinya. “Buat siapa?”

