Azka tersenyum lebar begitu ibunya keluar kamar dengan pakaian kebayanya. Begitu cantik dan berseri. “Kenapa? Mama jelek ya? Tambah gendut?” Ayu tak percaya diri dengan tatapan putranya. “Enggak. Mama selalu paling cantik,” Azka maju memeluk ibunya. Di belakang Ayu, Elang tertawa. Dia pun tak kalah bahagia dengan Ayu. Tahun ini Azka resmi menjadi dokter setelah empat tahun kuliah dan dua tahun koas. Anak ini bahkan memecahkan rekor tercepat diantara Ayu dan Elang dulu. “Tentu saja paling cantik. Tahun depan masih ada wisuda Rayhan lho, Sayang,” Elang mengingatkan. “Aku udah siap,” Tegar tak kalah bersemangatnya dengan kedua orang tuanya. “Yang wisuda siapa, yang heboh siapa,” ledek Rayhan, yang keluar diikuti Naufal. “Ini calon dokter berikutnya?” Elang menggoda Tegar. “Iya. Aku

