“Belum selesai belajarnya?” Ayu masuk ke kamar Azka. Anak sulungnya itu terlihat masih tekun belajar. Laptopnya menyala menampilkan sebuah buku digital, sementara dua buku tampak terbuka di atas meja. Di atas kasurnya, Tegar sudah terlelap tanpa mempedulikan kakaknya yang masih berjuang mengalahkan kantuknya. “Sebentar lagi, Ma.” “Mau Mama buatkan sesuatu, Kak?” “Enggak usah. Azka sebentar juga selesai. Mama di sini aja. Ada yang mau Azka tanyakan sama Mama.” Ayu duduk di atas kasur putranya. Jarum jam tampak sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat. Ia tadi melihat lampu di kamar putranya masih terang, karenanya ia mengetuk pintu dan menengoknya. Kadang Ayu dibuat takjub dengan semangat belajar Azka. Putra sulungnya itu, seakan mengerahkan semua yang ia miliki untuk menggapai cita-cit

