“Iya, saya Elang,” sahut Elang datar. “Perkenalkan saya Raka Akarsana, Papanya Anshel Abimanyu,” terdengar suara berwibawa namun santun di seberang. Elang menatap pemuda yang ia ingat dipanggil Ans oleh teman-temannya itu. “Iya, Pak Raka, bagaimana?” “Ans sudah laporan ke kami selaku keluarganya tentang kondisi di sana. Dan dia bilang kalian membutuhkah helikopter untuk mencapai beberapa desa yang masih terisolir sampai saat ini. Benar, Dok?” “Iya, Pak. Ada sekitar tiga desa yang benar-benar tidak bisa dijangkau dengan akses darat, dan kami belum bisa mendapatkan bantuan helikopter untuk turun di sana.” “Omnya Ans sudah koordinasi dengan timnya di Singapura. Paling lambat mungkin besok baru bisa turun, tapi saya belum bisa pastikan untuk berapa hari bisa digunakan. Dokter bisa emailka

