Bab 92: Menemani Mama Belanja

1191 Kata

Ayu sudah memasukkan semua barangnya ke dalam mobil, tapi ketiga bocah itu tampaknya masih betah bermain di pinggir kolam ikan. “Azka, Rayhan, Naufal, ayo pulang. Nanti kesorean kasihan Tegar nunggu lama.” “Sebentar lagi, Mama,” jawab Rayhan yang memegang ranting yang ia gunakan untuk mengobok-obok kolam. “Astaghfirullah, Rayhan. Itu ikannya bisa pusing itu kamu obok-obok begitu airnya,” kata Ayu. “Nanti diperiksa sama Mama kalau pusing,” sahut Naufal Zara yang mendengar tertawa terbahak, begitu juga paramedis yang lain. “Dokter hewan aja belum tentu pernah meriksa koi,” kata Zara terpingkal. Ayu hanya menggelengkan kepala. “Ini gak ada yang mau ikut Mama pulang nih?” “Sebentar Mama, nunggu Om Elang. Tadi Om Elang bilang akan ke sini lagi. Kita kan belum bilang terimakasih sama Om

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN