“Mama udah telat ya. Jadi tolong jangan bikin rusuh,” Ayu mengingatkan sambil membantu anak-anaknya turun. “Rayhan, kamu denger Mama ngomong enggak?” “Iya, Mamaku yang paling cantik,” jawab Rayhan seraya melompat turun. “Denger apa?” ulang Ayu. “Tidak boleh bikin rusuh di tempat kerja Mama.” “Pinter.” Ayu melangkah cepat membawa tas perlengkapannya yang kebanyakan berisi mainan dan pernak-pernik anaknya. Ia tersenyum kikuk mendapati Dokter Elang ada di lobby. “Dokter Elang, maaf, saya terlambat.” “Saya tahu. Sepertinya tiga kurcaci pengawalmu yang bikin kamu telat hari ini kan?” “Maaf, Dok,” Ayu bergegas melewati Dokter Elang sebelum ia semakin terlambat karena tertahan oleh dokter atasannya itu. Ayu meletakkan barang-barangnya di ruangannya, kemudian bergegas ke poli umum dimana

